Air Meliuk Tanah berontak
Ribuan bulir mata berserak di tanah...di sana.. di Pariaman
Gunung Menguap
menyesakkan segala lara yang dia punya
kami di sini mencumbu layar televisi
tak ada yang bisa kami perbuat kecuali
mencerna sedikit-sedikit
apa yang menjadi mauMu
apa yang menjadi kehendakMu
murkakah Engkau pada kami?
kami yang sok berbakti
kami yang cuma bisa bikin dosa
kami sang pendosa
maka kirimkanlah sinaran jauh
menghujam otak kami
maka kirimkanlah sinaran jauh menghentak hati kami
mereka meratap di sisi lain
kami di sini tertawa di bawah rumah beratap lengkap
air mata membuncah
sedangkan perut kami terengah mengunyah
makhluk macam apa kami ini
ketika Kau mencubit mereka
kami tak merasa
sungguh kami tak mengerti Tuhan
sungguh Engkau tengah marah pada kami?
maka kirimkanlah sinaran jauh
menghujam otak kami
maka kirimkanlah sinaran jauh menghentak hati kami
Tuhan
jangan marah lagi...



Reply With Quote
Bookmarks