+ Reply to Thread
Results 1 to 9 of 9

Thread: Fenomena Air Laut di Pantai Aceh Memerah ...

  1. #1
    Contributor zxbakri is on a distinguished road zxbakri's Avatar
    Join Date
    Jun 2006
    Location
    Lhokseumawe-Aceh
    Posts
    1,567

    Default Fenomena Air Laut di Pantai Aceh Memerah ...

    Air Laut Merah Rambah Perairan Aceh Jaya

    Harian Aceh, Banda Aceh

    Setelah selama empat hari ini air laut memerah terlihat di sepajang pantai timur, utara, Pidie hingga ke Pulo Aceh, Senin kemarin giliran nelayan Aceh Jaya melaporkan perairan mereka air laut memerah. Nelayan di sana langsung melakukan doa tolak bala dan wirid yasin.

    Wakil Sekjen Panglima Laot, Miftahuddin Cut Adek, mengaku telah ditelpon Panglima Laot mengabarkan kejadian itu. “Mereka minta kami memberitahu fihak berwenang dan masyarakat, agar waspada pada fenomena alam lanjutan akibat kejadian ini,” katanya.

    Menurut Cut Adek, para nelayan dan warga pesisir mulai resah karena kabar sebelum kejadian tsunami lalu ada kejadian serupa. “Isunya begitu, kita diminta memberitahukan warga pesisir agar waspada,” lanjutnya.

    Di Aceh Jaya sendiri, warga bersama nelayan mulai tadi malam melakukan wirid yasin dan doa tolak bala. Panglima Laot Wilayah Aceh Jaya, Suriadi mengatakan berdasarkan laporan nelayan, air laut bewarna merah sedang menuju perairan Aceh Jaya. “Sudah delapan mil lepas pantai dari Pulau Rusa, atau sekitar 30 mil lagi masuk ke perairan Aceh Jaya,” katanya.

    Apalagi, katanya, Minggu kemarin ada warga yang melihat air laut kemerahan dari jauh. “Ini pertanda apa, kami tidak tahu. Karena itu, malam ini kami warga Lhok Calang memutuskan mengadakan doa tolak bala dan wirid yasin, agar terjauh dari segala marabahaya,” ujarnya kepada Harian Aceh via telpon, saat dhubungi usai melakukan doa bersama sekitar pukul 23.50 WIB Senin tengah malam.

    Ia menghimbau seluruh Panglima Laot di wilayah masing masing melakukan hal serupa. “Apalagi beberapa hari lalu kami menerima sms dari sebuah nomor, bahwa akan ada bala lebih besar dari tsunami di Aceh, kami tentu takut dan memohon Allah menjauhkan kita dari segala marabahaya,” ujarnya.

    Menurutnya, beberapa nelayan melaporkan di sekitar air laut merah terdapat ikan ikan mati, “Bahkan mereka — nelayan – yang mencium bau air itu menjadi pusing,” katanya menirukan laporan nelayan padanya.

    Sementara itu fenomena alam air laut merah masih tetap terlihat hingga kemarin di hampir seluruh pesisir Timur, Utara hingga Barat Aceh. Namun kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Ir Razali yang dihubungi hari Minggu kemarin mengaku baru tahu kejadian itu dari Harian Aceh. “Saya baru tahu dari anda, kita lihat dan buktikan dulu kebenarannya,” ujar Razali. Ia berjanji akan mengecek dan melaporkan ke Gubernur dan Jakarta, bila benar ada kejadian itu.

    Perairan bewarna merah yang membuat heboh warga dan nelayan terjadi mulai dari Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Perairan Pidie, Pulo Aceh hingga memasuki perairan Aceh Jaya. Walau takut, warga nelayan tetap melaut karena tidak punya pilihan lain. “Saya melintasi air merah dan menangkap ikan di lokasi lain yang airnya masih biru, tapi ikannya memang jadi sedikit,” aku Maimun, nelayan asal Ule Lheu, Banda Aceh.

    Dia mengatakan, gejala air laut yang kemerahan persis seperti darah itu berpindah-pindah posisinya setiap hari. Walaupun demikian, para nelayan di Banda Aceh ini mengaku belum pernah merasakan hal-hal aneh selama mereka berada di laut.Kecuali hasil tangkapan yang jauh berkurang.

    Maimun mengaku selama gejala tersebut ikan-ikan di laut berkurang.”Sebelumnya penghasilan kami Rp300 ribu perhari, tapi sejak kejadian itu tinggal Rp100 ribu hingga Rp150 ribu,” aku Maimun.

    Sementara di Pidie dan Lhokseumawe Aceh Utara juga serupa. Air laut masih memerah. Namun umumnya nelayan mengaku tidak terpengaruh. “Kami di sini tetap melaut. Mata pencaharian kami hanya sebagai nelayan. Kalau tidak melaut keluarga kami makan apa?” ujar Ismail, 40, nelayan Pusong, Lhokseumawe, kepada Harian Aceh.[]

    sumber: harian-aceh.com

      Related Links

    "Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka;
    namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu
    tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak
    melihat pintu lain yang telah terbuka"


    www.zainalbakri.co.cc

  2. #2
    Contributor zxbakri is on a distinguished road zxbakri's Avatar
    Join Date
    Jun 2006
    Location
    Lhokseumawe-Aceh
    Posts
    1,567

    Default Air Laut Berwarna Merah: Positif Red Tide

    Bapedalda Aceh tentang Air Laut Berwarna Merah: Positif Red Tide
    ** Nelayan tak Perlu Resah*



    BANDA ACEH - Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah
    (Bapedalda) Aceh, Ir Said Musatafa menyatakan, perubahan air laut dari
    biru bening menjadi merah yang terjadi dalam dua pekan terakhir ini di
    beberapa kawasan pantai di Aceh, positif akibat red tide. Hal ini kita
    ketahui, dari hasil penelitian sampel air laut dari Lhokseumawe yang
    diperiksa di Laboratorium Daerah Bapedalda Aceh di Desa Tibang Banda Aceh.

    Hasil penelitian menunjukkan, dari sembilan spesies yang ditemukan
    dalam sampel air laut yang diperiksa, spesies yang paling dominan dan
    sangat spektakuler jumlahnya adalah spesies Fitoplankton Dinoplagelata
    mencapai 588 miligram/liter, sementara delapan spesies lagi jumlahnya
    cuma berkisar 2-4 miligram/liter,? ungkap Said Mustafa kepada pers,
    Kamis (22/3) usai menerima laporan hasil pemeriksaan sampel air laut
    dari Kepala Laboratorium Daerah Bapedalda Aceh, Amrin Ahmad STP.

    Hasil penelitian Laboratorium itu, ungkap Said Mustafa, sekaligus
    menjawab faktor penyebab matinya ikan karang yang ditangkar nelayan
    dalam keramba di Lhokseumawe karena red tide, spesies Fitoplankton
    Dinoplagelata. Ikan karang nelayan yang ditangkar dalam keramba mati,
    akibat kekurangan oksigen, dan biotoxin atau zat beracun yang
    dikeluarkan oleh sebagian spesies Fitoplankton Dinoplagelata, sehingga
    mengganggu pernafasan ikan.

    Jadi, tegas Kepala Bapedalda Aceh, matinya ikan karang dalam keramba
    nelayan di Lhokseumawe, bukan disebabkan oleh pencemaran limbah ke dalam
    air laut, tapi disebabkan karena red tide itu. Artinya, jumlah spesies
    Fitoplankton Dinoplagelata yang berwarna merah dalam air laut terjadi
    blooming, atau populasinya jauh di atas jumlah normal, sehingga membuat
    jumlah oksigen dalam laut jadi sedikit. ?Berdasarkan pemeriksaan,
    berkurangnya jumlah oksigen dalam air, akibat disedot oleh sejumlah
    spesies Fitoplankton Dinoplagelata,? sebut Said Mustafa.

    Jumlah oksigen dalam air laut, sebutnya, cuma 0,05 persen, sementara
    standarnya harus lebih besar dari 5 mg/liter. Akibat rendahnya jumlah
    oksigen dalam laut membuat ikan-ikan yang terdapat dalam keramba nelayan
    Lhokseumawe susah bernafas hingga mati. Kematian ikan-ikan itu menurut
    penelitian lebih disebabkan karena kekurangan oksigen dalam air laut,
    dan ditambah dengan biotoxin yang dikeluarkan sebagian spesies
    Fitoplankton Dinoplagelata. Selain itu akibat ruang gerak ikan dalam
    keramba sangat terbatas sehingga membuat ikan susah bergerak dan cepat
    mati.

    Faktor pendukung lain yang membuat ikan cepat mati, ungkap Said Mustafa,
    akibat padatan suspensi (TDS) air laut di daerah penangkar ikan nelayan
    sangat pekat mencapai 24.300-29.700 mg/liter, sedangkan normalnya cuma
    sekitar 20-80 mg/liter. Tingkat kekeruhan air laut juga tinggi mencapai
    8,2 NTU, standarnya lebih kecil dari 5 NTU. Akibat dari keruhnya air
    laut membuat salinitas (kadar garam) air laut jadi rendah. Ini juga
    terbukti dari hasil pemeriksaan laboratorium, salinitas air laut 22,8,
    jauh di bawah standarnya 25-30 mg/liter.

    * Tak perlu resah*

    Begitupun, pinta Kepala Bapedalda Aceh itu, masyarakat nelayan yang
    lautnya berwarna merah akibat dominasi dari spesies fitoplankton
    Dinoplagelata, tidak perlu resah, dan takut. Umur hidup spesies itu
    antara 4-5 hari, setelah itu ia akan mati secara alamiah. ?Tapi karena
    jumlahnya sangat banyak, perubahan air laut untuk normal kembali menjadi
    bening kebiru-biruan, butuh waktu beberapa minggu, yaitu antara 2-3
    minggu,? katanya.

    Red Tide spesies fitoplankton Dinoplagelata itu terjadi, menurut Said
    Mustafa disebabkan empat faktor. Pertama, pengayaan unsur hara dalam
    dasar laut atau eutrofikasi; Kedua, perubahan hidro-meteorologi dalam
    sekala besar; Ketiga, adanya gejala upwelling yaitu pengangkatan massa
    air yang kaya akan unsur hara ke permukaan, dan; Keempat, akibat hujan
    dan masuknya air tawar ke laut dalam jumlah besar. ?Banjir bandang
    kemarin, misalnya, bisa juga membuat air laut pantai timur di Aceh
    terkena red tide,? katanya.

    Keempat faktor itu, menurutnya, merupakan faktor penyebab terjadinya red
    tide spesies fitoplankton Dinoplagelata berwarna merah. Spesies ini akan
    hilang dengan sendirinya, bila ekosistem dalam air kembali seimbang,
    yaitu kembali pada kondisi normalnya. Perubahan warna air laut terjadi,
    jika warna merah karena dominasinya spesies alga merah (Dinoplagelata)
    yang mekar dan tumbuh dari dasar laut melampui batas normalnya.
    Sedangkan jika warna air laut coklat, maka jenis spesies fitoplankton
    yang blooming adalah spesies Diatom. Begitu juga kalau air laut berwarna
    biru tua, jenis alga biru yang terjadi blooming dan lainnya.

    Perubahan air laut itu, kata Said, merupakan peristiwa alamiah biasa.
    Air laut juga bisa berubah warna karena faktor perubahan iklim global,
    atau bisa jadi karena polusi air laut. Masyarakat nelayan tidak perlu
    takut dan resah, tapi perlu diwaspadai dengan melaporkannya kepada Dinas
    Kelautan dan Perikanan atau Bapedalda Aceh untuk diperiksa. "Tujuan
    pemeriksaan itu adalah untuk diketahui secara luas apakah perubahan
    warna air laut tersebut berbahaya bagi mahluk hidup atau tidak",
    ujarnya.*(her)*

    sumber: serambinews.com


    "Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka;
    namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu
    tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak
    melihat pintu lain yang telah terbuka"


    www.zainalbakri.co.cc

  3. #3
    Contributor ihan_sunrise is on a distinguished road ihan_sunrise's Avatar
    Join Date
    Apr 2006
    Location
    Negeri Syariat
    Posts
    2,210

    Default

    ini cocoknya ke lingkungan


    cinta telah merengkuh ku
    dan aku lega bisa memeluknya
    rindu telah menarik ku
    dan aku senang karena ia tak membiar kan ku

    Ihan Sunrise
    http://ihansunrise.blogspot.com/

  4. #4
    Contributor zxbakri is on a distinguished road zxbakri's Avatar
    Join Date
    Jun 2006
    Location
    Lhokseumawe-Aceh
    Posts
    1,567

    Default

    Harusnya ya? Tapi karena udah jarang up load berita, ya dijadikan berita regular


    "Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka;
    namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu
    tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak
    melihat pintu lain yang telah terbuka"


    www.zainalbakri.co.cc

  5. #5
    kawoem Helman Rosyadi is on a distinguished road
    Join Date
    Nov 2006
    Location
    Banjarmasin
    Posts
    34

    Default

    ya udah, kalo gitu sabar aja



    Aku anggota baru. Salam kenal ya???

  6. #6
    Contributor ihan_sunrise is on a distinguished road ihan_sunrise's Avatar
    Join Date
    Apr 2006
    Location
    Negeri Syariat
    Posts
    2,210

    Default

    Fenomena ini bisa saja menjadi penyebab.
    fenomena berubahnya warna air laut dapat disebabkan
    oleh terjadinya ledakan populasi plankton yang disebut
    dengan harmful algal bloom (HAB). HAB adalah istilah
    generik yang digunakan untuk mengacu pada pertumbuhan
    lebat mikroalga (plankton) di laut atau di perairan
    payau yang dapat menyebabkan kematian massal ikan,
    mengontaminasi makanan bahari (seafood) dengan toksin
    (racun yang diproduksi oleh mikroalga), dan mengubah
    ekosistem sedemikian rupa yang dipersepsikan manusia
    sebagai mengganggu (GEOHAB, 2000).
    Telah ada beberapa kasus mengenai berkembangnya HAB di
    perairan laut Indonesia. Sebagai contoh di Teluk Kao
    dan di Teluk Ambon. Di desa Latta terjadi keracunan
    yang membawa korban 33 orang masuk rumah sakit dan
    delapan anak kecil meninggal. Di Bali, berdasarkan
    sampel ikan yang telah diuji laboratorium Balai
    Penelitian dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan Provinsi
    Bali menyebutkan, ikan disepanjang pantai Nyanyi
    mengandung racun yang dikeluarkan oleh plankton dino
    fragilata. Di luar negeri, fenomena berubahnya warna
    air laut akibat perkembangan populasi plankton HAB
    juga terjadi di Filipina, dimana 21 orang meninggal
    dan sekitar 278 orang di rawat di rumah sakit. Setelah
    di determinasi secara lebih rinci, penyebabnya adalah
    Pyrodinium bahamense var. Compressum.
    Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya ledakan
    populasi plankton tersebut. Pertama, faktor Alam.
    Perubahan fenomena alam dapat terjadi dimana ledakan
    populasi tersebut dipicu oleh adanya pengayaan hara
    (nutrient enrichment) dari daratan yang menyebabkan
    terjadinya eutrofikasi (proses perkembangbiakan
    tumbuhan air dengan cepat karena memperoleh zat
    makanan yang berlimpah akibat pemupukan yang
    berlebihan). Hal ini mungkin saja terjadi jika
    dikaitkan dengan hujan lebat yang terjadi di kawasan
    Leuser yang membawa material hara dari sungai ke laut
    di akhir tahun 2006. Perubahan cuaca juga dapat
    mempengaruhi hal ini, seperti yang terjadi di Bali,
    plankton red tide berkembang pasca-badai elnino yang
    bergerak dari lautan Pasifik ke perairan Indonesia.
    Kedua, faktor manusia. Seperti diketahui bahwa Aceh
    Utara merupakan sentral industri di provinsi Nanggroe
    Aceh Darussalam. Di kabupaten ini terdapat sedikitnya
    2 perusahaan raksasa yang bergerak di bidang
    pertambangan. Sumber-sumber informasi menyebutkan
    bahwa gas amoniak (NH3) yang dikeluarkan oleh
    perusahaan tersebut tersebar begitu saja di udara.
    Adalah Cyanobacterium merupakan kelompok fitoplankton
    berbahaya dan merusak ekosistem perairan jika berada
    dalam kondisi sangat berlimpah dan menghasilkan racun.
    Plankton tersebut sewaktu-waktu dapat melimpah
    diperairan akibat kemampuan plankton tersebut mengikat
    unsur nitrogen secara langsung dari udara.
    Dampak yang kemudian terjadi adalah matinya ikan yang
    berkembang di daerah upwelling, dimana di daerah
    upwelling ini kaya akan fitoplankton. Adanya mikroalga
    beracun yang muncul di dalam perairan dapat
    membahayakan kehidupan organisme konsumen seperti ikan
    dan avertebrata, bahkan sampai pada manusia yang
    kebetulan memakan produk laut yang mengandung racun
    yang berasal dari mikroalga. Berbagai kasus kematian
    pada biota laut, keracunan, dan kematian pada manusia
    telah terjadi di beberapa negara seperti yang telah
    disebutkan di atas. Menurut data yang dihimpun
    Coralles dan Maclean tahun 1995, secara menyeluruh di
    wilayah Asia-Pasifik sampai pertengahan tahun 1994
    tercatat sekitar 3.164 korban keracunan dan 148 korban
    meninggal.

    Akankah Aceh mengalami hal yang sama. Mudah-mudahan
    tindakan cepat dari pemerintah untuk meneliti dan
    menyelidik fenomena apa yang memicu berkembangnya
    fitoplankton, dapat mencegah jatuhnya korban.


    cinta telah merengkuh ku
    dan aku lega bisa memeluknya
    rindu telah menarik ku
    dan aku senang karena ia tak membiar kan ku

    Ihan Sunrise
    http://ihansunrise.blogspot.com/

  7. #7
    Contributor zxbakri is on a distinguished road zxbakri's Avatar
    Join Date
    Jun 2006
    Location
    Lhokseumawe-Aceh
    Posts
    1,567

    Default

    Luar biasa ulasan dik Ihan, thanks a lot ya dik.


    "Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka;
    namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu
    tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak
    melihat pintu lain yang telah terbuka"


    www.zainalbakri.co.cc

  8. #8
    Moderator jurnalis jh is on a distinguished road jurnalis jh's Avatar
    Join Date
    Nov 2006
    Location
    d/h AlisBandung
    Posts
    2,330

    Default

    wah laut merah ya? kayak mesir aja, jangan2 karena banyak orang turki di aceh, jadi kebawa2 lautnya merah di aceh....


    Kuasai Dunia dengan Informasi

    My Blog
    My Friendster
    My Facebook

  9. #9
    Contributor ihan_sunrise is on a distinguished road ihan_sunrise's Avatar
    Join Date
    Apr 2006
    Location
    Negeri Syariat
    Posts
    2,210

    Default

    Quote Originally Posted by zxbakri View Post
    Luar biasa ulasan dik Ihan, thanks a lot ya dik.
    itu ulasan seorang teman dari milis, saya posting kemari karena bagus


      Related Links
    cinta telah merengkuh ku
    dan aku lega bisa memeluknya
    rindu telah menarik ku
    dan aku senang karena ia tak membiar kan ku

    Ihan Sunrise
    http://ihansunrise.blogspot.com/

+ Reply to Thread

Similar Threads

  1. Daftar NGO di Aceh
    By VLADI in forum ACEH
    Replies: 36
    Last Post: 10-09-2008, 04:21 PM
  2. Aceh, Dari Konflik ke Rekonsiliasi
    By almubarak in forum SEJARAH
    Replies: 4
    Last Post: 07-09-2008, 02:55 PM
  3. Replies: 0
    Last Post: 04-11-2008, 02:13 PM
  4. Naskah Uu Pa(tolong Dipahami)
    By yudi_randa in forum Banda Aceh
    Replies: 6
    Last Post: 10-12-2006, 11:01 AM
  5. Sekilas Aceh
    By admin in forum Pendidikan
    Replies: 0
    Last Post: 02-25-2006, 12:15 PM

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts