+ Reply to Thread
Results 1 to 12 of 12

Thread: Resensi Musik

  1. #1
    kawoem Chia is on a distinguished road Chia's Avatar
    Join Date
    Feb 2006
    Location
    Palu, Sulteng
    Posts
    153

    Exclamation Resensi Musik

      Related Links
    Teman-temanku tercinta..
    Disini t4nya Resensi2 Musik yang beredar di Indonesia yaa..
    So, Kalo pengen tau lagu2 terbaru, atau album2 terbaru dari musisi kesayangan kalian.. Buka aja disini yaa..

  2. #2
    kawoem Chia is on a distinguished road Chia's Avatar
    Join Date
    Feb 2006
    Location
    Palu, Sulteng
    Posts
    153

    Smile Ello-Repackage: Warming-Up Yang Kurang Panas

    ELLO sempat menjadi 'rising-star' setahun belakangan. Namanya melesat melewati senior-seniornya. Album perdananya ELLO --sukses menerima penghargaan Album Terbaik dan Pendatang Baru Terbaik dari AMI 2005-- terjual dalam hitungan ratusan ribu.

    Pemilik nama asli Marcello Tahitoe ini kemudian seperti ditahbiskan bakal menjadi musisi idola baru yang bakal mengisi ruang musik jenis-jenis pop RNB. Malah di helatan Java Jazz Festival 2006 kemarin, Ello sempat menjadi salah satu bintang yang ditunggu-tunggu.

    Tapi sepeti biasa, ketika dikejar "target" untuk masuk album ke-2, Ello "dianjurkan" untuk membuat repackage, sebelum album barunya rilis. Itulahnya untuk pemanasan supaya fans tidak lupa. Industri memang melihat market seperti itu.

    Nah, Ello pun akhirnya merilis Ello - Repkackage sebagai warming-up tadi. Tidak salah, karena ada juga musisi yang repackage-nya jau lebih laris dibanding albumnya. Bagaimana dengan Ello?

    Album ini berisi 14 lagu. Hanya 4 empat lagu baru, selebihnya lagu yang ada di album pertama. Coba simak single Gadisku yang jadi jagoan. Lagu dengan tempo medium ini, sebenarnya sedikit berbeda dengan jagoan awal Pergi Untuk Kembali. Dengan sentuhan ritmik reggae, Ello tampaknya mulai berani berekplorasi lebih "nakal" meski tetap dengan alur pop yang catchy.

    Lagu lain yang cukup menyenangkan kuping adalah Keretaku. Eross yang sebenarnya memang kental dengan rock n'roll dan blues, seperti menemukan "mainan" di lagu ini. Sebenarnya beresiko, tapi ternyata karakter Ello justru ada di ranah blues, bukan pop. Lagu ini menjadi sinergi yang apik Ello dan Eross. Harusnya, lagu ini jadi single ke-2.

    Dua tembang lain berjudul Pergilah Dariku serta Bila. Tidak ada yang istimewa dengan dua lagu ini, karena hanya "membebek" dengan sukses lagu sebelumnya. Yah, istilahnya, lagu ini pelengkap saja. Lagu ini masuk kategori lagu aman saja.

    Album ini, sebenarnya "tidak terlalu istimewa" karena seperti mengejar target saja. Tapi untuk mendapatkan Ello yang sedikit "berbeda" bisalah. Buat fans baru, album ini lebih pantas dibeli dibanding album perdana.

  3. #3
    Imum Mukim LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs's Avatar
    Join Date
    Feb 2006
    Location
    ?˙˙˙ʇɐɥʍ os ʇɐɥʍ
    Posts
    1,960

    Default

    Quote Originally Posted by Chia
    Teman-temanku tercinta..
    Disini t4nya Resensi2 Musik yang beredar di Indonesia yaa..
    So, Kalo pengen tau lagu2 terbaru, atau album2 terbaru dari musisi kesayangan kalian.. Buka ada disini yaa..
    yoiiiiiii......santai aja lagi......!!!klo luxs nya butuh entar luxs tanya ok tapi harus jawap tuh,,,,

  4. #4
    Imum Mukim LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs has a reputation beyond repute LuXs's Avatar
    Join Date
    Feb 2006
    Location
    ?˙˙˙ʇɐɥʍ os ʇɐɥʍ
    Posts
    1,960

    Default

    Quote Originally Posted by Chia
    ELLO sempat menjadi 'rising-star' setahun belakangan. Namanya melesat melewati senior-seniornya. Album perdananya ELLO --sukses menerima penghargaan Album Terbaik dan Pendatang Baru Terbaik dari AMI 2005-- terjual dalam hitungan ratusan ribu.

    Pemilik nama asli Marcello Tahitoe ini kemudian seperti ditahbiskan bakal menjadi musisi idola baru yang bakal mengisi ruang musik jenis-jenis pop RNB. Malah di helatan Java Jazz Festival 2006 kemarin, Ello sempat menjadi salah satu bintang yang ditunggu-tunggu.

    Tapi sepeti biasa, ketika dikejar "target" untuk masuk album ke-2, Ello "dianjurkan" untuk membuat repackage, sebelum album barunya rilis. Itulahnya untuk pemanasan supaya fans tidak lupa. Industri memang melihat market seperti itu.

    Nah, Ello pun akhirnya merilis Ello - Repkackage sebagai warming-up tadi. Tidak salah, karena ada juga musisi yang repackage-nya jau lebih laris dibanding albumnya. Bagaimana dengan Ello?

    Album ini berisi 14 lagu. Hanya 4 empat lagu baru, selebihnya lagu yang ada di album pertama. Coba simak single Gadisku yang jadi jagoan. Lagu dengan tempo medium ini, sebenarnya sedikit berbeda dengan jagoan awal Pergi Untuk Kembali. Dengan sentuhan ritmik reggae, Ello tampaknya mulai berani berekplorasi lebih "nakal" meski tetap dengan alur pop yang catchy.

    Lagu lain yang cukup menyenangkan kuping adalah Keretaku. Eross yang sebenarnya memang kental dengan rock n'roll dan blues, seperti menemukan "mainan" di lagu ini. Sebenarnya beresiko, tapi ternyata karakter Ello justru ada di ranah blues, bukan pop. Lagu ini menjadi sinergi yang apik Ello dan Eross. Harusnya, lagu ini jadi single ke-2.

    Dua tembang lain berjudul Pergilah Dariku serta Bila. Tidak ada yang istimewa dengan dua lagu ini, karena hanya "membebek" dengan sukses lagu sebelumnya. Yah, istilahnya, lagu ini pelengkap saja. Lagu ini masuk kategori lagu aman saja.

    Album ini, sebenarnya "tidak terlalu istimewa" karena seperti mengejar target saja. Tapi untuk mendapatkan Ello yang sedikit "berbeda" bisalah. Buat fans baru, album ini lebih pantas dibeli dibanding album perdana.

    klo dia tuh dah balik tuh baru nama nya pemusick...

  5. #5
    kawoem Chia is on a distinguished road Chia's Avatar
    Join Date
    Feb 2006
    Location
    Palu, Sulteng
    Posts
    153

    Post » Black Market Love: Tensi Superman Is Dead Sedang Menurun



    INILAH KESALAHAN saya. Mendengar musik punk di jeda makan siang. Ketika perut lapar melilit, saya mencoba sedikit "nyleneh" dengan memutar kepingan cakram berkover hitam, bergambar tengkorak [sedikit mengingatkan penulis pada bendera kapal Black Pearl film Pirates of the Caribbean-nya Johny Deep]. Nama band itu SUPERMAN IS DEAD. Di bawahnya tertulis judul album, lebih kecil dibanding nama band, Black Market Love.

    Yup, ini memang daftar terbaru diskografi dari band pengusung punk glam [our] asal Bali. Ada Bobby Cool [vokal/gitar], Eka Rock [bas/vokal] dan Jerinx [drum],
    dalam line-up band yang menjadi "pembuka jalan" band-band Bali mentas di panggung nasional. SID memang baru saja berbunga-bunga lantaran album barunya dalam payung major-label, baru saja rilis nasional. Harapannya tentu saja, better than before-lah. Sekedar informasi, album sebelumnya Hangover Decade terhitung jeblok di pasaran.

    Awal mula mendengar track by track, kesan yang muncul adalah, seragam. Dari tempo, progresi kord, sampai pada teknik vokal Bobby yang tidak mengalami perubahan, dari album-album terdahulu. Mungkin memang tidak perlu teknik vokal yang njlimet. Ah, lupakan soal teknik vokal itu. Materi album Black Market Love ini, meski tak terlalu kuat, masih layak disimak.

    Masih setia dengan Glampunkabilly. SID termasuk konisten "berteriak" soal ketidakadilan dan sosialisme yang carut marut. Rockabilly untuk mempertegas bahwa punk yang mereka bawakan tidak seutuhnya musik punk tapi banyak mendapat banyak sentuhan rockabilly. Soal fashion, SID juga lebih fashionable.

    Single pertamanya adalah Bukan Pahlawan. Entah mengapa, mendengar single ini tensi SID seperti menurun drastis. Menurut SID, lagu ini memang dianalogikan dengan lagu-lagu yang mangkal di bar-baru murah kelas bawah. Begitukah? Tampaknya tidak terlalu tepat. Lirik ciptaan Jerinx ini lebih tepat diposisikan sebagai teriakan di jalanan, menggugat kesombongan dan arogansi. Secara musikalitas, penulis masih merasakan energi meletup-letup seperti album-album awal.

    Satu hal yang masih tetap di posisinya adalah SID tetap nyaring "melawan" ketidakadilan, penindasan, kesombongan dan segala atribut atas nama kekerasan. Track yang paling keras menggugat hal-hal di atas adalah lagu Kita & Mereka. Menurut penulis, inilah lagu paling emosional di album ini. Meski disebut-sebut terinpirasi dari Inul Daratista, penulis kok melihat ini luapan SID ketika difitnah sebagai band anti jawa. Suara Bobby terdengar "sakral" di lagu ini.

    Single ke-2 list Black Market Love terdengar lebih galak. Keras secara sound [seperti mendengar sound Man Overboard-nya Blink 182, tahun 2000-an]. Hanya karakter vokal Booby memang cenderung flat, tak ada perubahan berarti.

    Album SID ini, secara musikalitas menurun temponya dibanding dua album sebelumnya. Meski tak terlalu jatuh, tapi memang karakter rock [renyahnya] lebih terasa. Mungkin SID mulai merasa tua, dan menurunkan tempo meski "teriakan" yang diusung tetap sama. Satu lagi, di album baru, tiga sekawan ini terlihat "kumuh" dan "kumal", fashion "gembel" itu rupanya sekedar tataran di album saja, karena aslinya, SID kini lebih rapih dan klimis. Maap, soal fashion memang persoalan pilihan saja...[joko/foto: istimewa]

  6. #6

    Default

    dimana bisa download lagunya?yang gratis pasti...
    Meunyeu goet pade diblang hana padubna tulo pajoeh. Menyeu hate rakyat kasenang hana padubna lee ureng peurioh. Langkah jak urat meunari, menyeu sunggoh tajak pasti na raseuki
    Panghulee Buet Ibadat, Panghulee Hareukat Meugoe

  7. #7

    Default Album Kedewasaan Siti Nurhaliza

    Album Kedewasaan Siti Nurhaliza
    Rabu, 12 Juli 2006
    Astaga!Musik

    Siti Nurhaliza kembali datang ke Indonesia untuk mempromosikan album terbarunya yang bertajuk Transkripsi. Buat Siti, album ini dirasa berbeda dengan album terdahulu. Pasalnya selain memproduseri, Siti juuga bebas menuangkan ide-idenya ke dalam lirik
    Transkripsi bagi Siti berarti terjemahan. Di sini diva cantik asal Malaysia ini menterjemahkan semua ide-idenya selama 2 tahun lewat kata-kata kepada musisi yang dipercayainya untuk dituangkan ke dalam lirik lagu. Jadilah 13 lagu di album Transkripsi.
    Dalam menuangkan ide-idenya itu, Siti mengaku terinspirasi dari pengalaman sendiri yang diperolehnya lewat pengamatan di sekelilingnya. “Siti melihat, mendengar, merasakan apa yang Siti perhatikan di sekeliling Siti. Harus dengan jujur dan tulus Siti tuangkan ke dalam kata-kata untuk dijadikan sebuah lirik,” kata Siti.
    Selain pengamatannya, Siti juga menulis lirik berdasarkan pengalaman pribadinya. Ditanya apa termasuk pengalaman cintanya, penyanyi kelahiran 11 Januari 79 ini hanya tersenyum. “Silahkan menafsirkan masing-masing,” ucap Siti yang digosipkan bakal menikah bulan depan.
    Di album barunya ini, Siti mengandeng banyak musisi muda Indonesia seperti Glenn Fredly dan Melly Goeslaw. Serta tak ketinggalan Erwin Gutawa. Di album ini juga Siti membuktikan kalau dirinya tak hanya sekedar menjadi penyanyi tapi juga mencoba untuk menjadi pencipta lagu.
    Dua karyanya bisa disimak di tembang Hati Berbisik dan Biarlah Rahasia yang menjadi single pertamanya. “Siti banyak belajar dengan musisi lain dalam meciptakan lagu. Mudah-mudahan bisa diterima oleh peminat-peminat Siti baik di Indonesia maupun di Malaysia,” tutur Siti.
    Enggak cuma itu, Siti juga memproduseri albumnya sendiri lewat Siti Nurhaliza Production. Bukannya tidak percaya pada orang lain, tapi buat Siti hanya untuk menambah pengalaman. “Sudah waktunya buat Siti mencoba bisnis yang baru, tidak hanya sebagai penyanyi, tapi juga pencipta dan produser. Dan Siti merasa sekarang sudah siap,” ungkap pelantun tembang Cindai ini.
    Dengan memproduseri sendiri albumnya, Siti bisa dengan bebas menuangkan semua keinginannya tanpa terikat dengan keinginan dari pihak label. Mulai pemilihan lagu, aransemen musik, lirik, mixing, mastering, hingga pembuatan sampul album.
    Meunyeu goet pade diblang hana padubna tulo pajoeh. Menyeu hate rakyat kasenang hana padubna lee ureng peurioh. Langkah jak urat meunari, menyeu sunggoh tajak pasti na raseuki
    Panghulee Buet Ibadat, Panghulee Hareukat Meugoe

  8. #8

    Default Album Inovatif Ketiga dari MobilDerek

    Album Inovatif Ketiga dari MobilDerek
    Senin, 10 Juli 2006
    Astaga!Musik

    Sukses melepas album kedua, "Mentholed Pollution”,MOBIDEREK meluncurkan album ketiga yang bertajuk "Ready to Go". Di bawah label Nagasawara, lagu-lagunya kali ini lebih inovatif dari album-album sebelumnya.
    Masih mengusung konsep musik Techno-Rock, band asal Bandung itu memperkaya unsur musik dari bermacam-macam sumber bunyi, mulai yang high-teh, vintage sampai unsur etnik.
    Hasilnya, coba saja simak 10 lagu yang disajikan dalam album ini. Sebagai single jagoan, MobilDerek mengambil tembang "Me, My Friends And Alcohol." Hebatnya, single itu berhasil menduduki deret tangga lagu beberapa stasiun radio.
    Diprakarsai T3ori (vokal/machines) dan Brother Cha (programming), band itu berdiri tahun 1997. Bosan dengan musik yang ada, mereka mencoba sesuatu yang baru. Dengan modal mesin drum dan synthesizer, mereka membuat beberapa lagu dan single dalam bentuk CD edisi terbatas.
    Awalnya sih mereka manggung dari kampus hingga rave party. Dan MobilDerek tetap menyajikan keaslian dalam memainkan lagu-lagunya. Oh iya, meski musisi lokal, tapi mereka menyajikan seluruh lagu dalam bahasa Inggris loh. Mungkin, dalam bahasa asing itu mereka justru lebih mudah untuk mengekspresikan diri.
    Didukung Slim Dogg (freak MC), Risk (gitar/bas) dan Kiki (drum), MobiDerek merupakan duo yang didalamnya membuat, mengkomposisi, dan memainkan lagu atau lebih dikenal dengan sebutan band bahkan Live P.A (performance act).
    Dengan format live P.A, MobilDerek menampilkan aksi band techno dengan adanya kolaborasi berbagai instrumen manual dan akustik seperti drum, gitar yang menciptakan keunikan dan bervariasi. Makin penasaran dengan musik yang ditawarkan mereka kini? Kalau begitu jangan lewatkan album terbaru dari MobilDerek.


    Tracklisting:
    1 Finals Warning
    2 The Fakta
    3 Me, My Friends And ????
    4 Fake Justice
    5 Popstars
    6 Radikal Instinct
    7 MFD Legalize
    8 Nuttu Dance
    9 Why Empty
    10 Ready to Go
    Meunyeu goet pade diblang hana padubna tulo pajoeh. Menyeu hate rakyat kasenang hana padubna lee ureng peurioh. Langkah jak urat meunari, menyeu sunggoh tajak pasti na raseuki
    Panghulee Buet Ibadat, Panghulee Hareukat Meugoe

  9. #9

    Default Album Seksi Persembahan Nelly Furtado

    Album Seksi Persembahan Nelly Furtado
    Rabu, 05 Juli 2006
    Astaga!Musik

    Nelly Furtado kembali berkreasi lewat album terbaru "Loose." Masih mengusung jalur pop berbalut hip hop, Nelly makin matang dengan memadukan gaya etnik dan soul. Dari itu, sepertinya album ketiga ini patut diperhitungkan.
    Dibuka dengan tembang 'Afraid' featuring Attitude, tempo cepat yang dibawakan Nelly bikin nuansa ceria. Belum lagi memang suaranya yang sedikit 'cempreng' namun khas, Seksi!

    Tapi tunggu, 'Maneater' dijagokan sebagai single pertama. Hasilnya, selain bikin pendengarnya ikut bergoyang, single itu sudah menduduki deret tangga lagu Amerika dan Inggris. Di Indonesia sendiri, lagu tersebut tengah menapaki puncak tangga lagu.
    Untuk mendapatkan nuansa berbeda, dalam album ini pelantun 'I'm Like a Bird' itu bekerja sama dengan banyak produser. "Bekerja sama dengan produser-produser baru separti halnya mencoba pakaian baru. Anda baru tahu itu bagus jika sudah mencobanya," aku wanita berusia 27 tahun itu mengutip rilisnya.
    Makanya, sewaktu menggodok album ini ia rela terbang bersama putrinya dari Toronto menuju London untuk bekerja sama dengan Nellee Hooper. Lanjut ke Los Angeles untuk bekerja dengan Lester Mendez, yang memproduseri 'Te Busque', aksi duetnya dengan Juanes. Dan terakhir ke Miami untuk bertemu Pharell Williams, Scott Storch dan Timbaland.
    Hasilnya, secara keseluruhan album ini ok banget. Nuansa muda sangat mendominasi. "Album ini terdengar penuh semangat muda. Dan saya pikir itu semua berkat kehadiran putri saya. Saya selalu bersamanya setiap hari, pergi ke studio di waktu malam dan itu dituangkan dalam energi penuh seperti yang saya rasa di atas panggung," paparnya lagi.
    Meski begitu tidak semua lagu, dimainkan dengan tempo cepat. Di tembang 'In God's Hands,' Nelly tampil santai dengan nuansa pop yang kental.
    Belum lengkap, pentolan Coldplay, Chris Martin ternyata terlibat dalam pembuatan lirik 'All Good Thins (Come to an End).'

    Tracklisting:
    1 Afraid feat. Attitude
    2 Maneater
    3 Promiscuous feat. Timbaland
    4 Glow
    5 Showtime
    6 No Hay Igual
    7 Te Busque feat. Juanes
    8 Say it Right
    9 Do it
    10 In God's Hands
    11 Wait For You
    12 Somebody to Love
    13 All Good Things (Come to an End)

    Meunyeu goet pade diblang hana padubna tulo pajoeh. Menyeu hate rakyat kasenang hana padubna lee ureng peurioh. Langkah jak urat meunari, menyeu sunggoh tajak pasti na raseuki
    Panghulee Buet Ibadat, Panghulee Hareukat Meugoe

  10. #10

    Thumbs up Systematic Chaos - Dream Theater

    Saleum...

    ini copas dari t4 lain...

    Beberapa orang mungkin udah mendengar album baru Dream Theater ini. Di internet sudah banyak review yang keluar tentang Systematic Chaos. Dan sekarang gw mencoba untuk mengulas tentang album ini. Bagi temen-temen yang belum mendengarkan bisa menjadikan review ini sebagai pedoman.



    Dream Theater kembali dengan studio album yang ke-9 dengan judul Systematic Chaos. Dream Theater seakan punya hidup baru dengan mendapat kontrak baru dengan label Roadrunner yang mengedarkan group metal seperti Megadeth, Slipknot, dll. Dream Theater mendapatkan keuntungan yang banyak dari segi promosionalnya. Dirilisnya Electronic Press Kit, Constant Motion yang bisa didownload resmi, video rekaman studio bersama fans dalam lagu Prophet of War, video studio The Dark Eternal Night, dan video kilp Constant Motion merupakan salah satunya. Setelah album ke-8 mereka Octavarium yang mendapat respon bermacam-macam dengan lagu2 yang ber-influence Pop dan komersial, mereka siap dengan Systematic Chaos.



    Albumnya sendiri sepertinya masih menggunakan formula yang sama dengan Octavarium dari segi arransmen. Terdiri dari 8 track. Kalau Train of Thought adalah album terberat mereka, maka Systematic Chaos bisa dibilang album tergelap mereka.

    1. In The Presence of Enemies Pt.1 album dibuka dengan tipikal dream theater progressive style dengan bagian instrumental sepanjang setengah track. Musiknya masih bernuansa Octavarium, seperti bagian dari Theese Walls dan Sacrificed Sons. Suara JLB mulai terdengar di pertengahan, susunan lagunya mengingatkan kepada A Change of Season. Track ini diakhiri seperti Innocence dari a change of season berakhir.

    2. Forsaken. Forsaken bisa dibilang lagu paling pop dari album ini. Mengingatkan kita kepada "Bring Me to Life" dari Evanesence. Dimulai dengan piano dari JR yang mencekam lalu dilanjutkan dengan Riff gitar dari JP. Lagu ini cukup gelap dan mellow. Solo gitar oleh JP disini cukup catchy.

    3. Constant Motion. Lagu yang sangat Metallica 80's. sangat enerjik dan lebih dinamis jika dibandingkan dengan as i am. Nuanse The Glass Prison sangat terasa disini. Liriknya sangat mengingatkan dengan "Burning My Soul" yearning, burning, learning yang juga ditulis oleh MP.

    4. The Dark Eternal Night. Lagu terberat dalam album ini. Riff yang berat, instrumental sectionnya. Bisa dibilang ini adalah The Dance of Eternity dengan vokal. verse yang heavy dengan chorus yang catchy juga mengingatkan kepada In The Name of God.

    5. Repentace. Kelanjutan AA Saga. Berbeda dengan pendahulunya. Repentance adalah lagu ballads. dengan bass riff this dying soul sebagai pembuka. Lagu ini cukup datar dan terus meningkat hingga selesai. Lagu paling gelap di AA saga.

    6. Prophet of War. "Never Enough" versi Systematic Chaos. Nuansa muse yang sangat kental. awalnya masih standar tetapi setalah masuk main Riffnya. Lagu ini mulai hidup. Dan suara chanting dari Fans menjadi labih hidup. liriknya juga bagus. walapun terlalu repetitif.

    7. The Ministry of Lost Soul. "Sacrificed Sons" versi Systematic Chaos. Diawali dengan ballads gelap dengan synth dari JR. Vokal melodinya enak didengar. Ditengahnya baru mulai instrumental section lagu ini berubah. sebelum kembali ke lagunya, diselingi duet unison JP dan JR.

    8. In The Presence of Enemies Pt.2 lanjutan dari track 1. lebih gelap dari track Part 1. ditengah2 ada lagu ini mulai bangkit dan mengingatkan kepada bagian tengah The Glass Prison. Lagu ini diakhiri dengan ending ala Razor's Edge dari Octavarium.


    Overal, DT is back!! Meluaskan cakupan musiknya dengan merangkul komunitas baru dengan album ini dengan tidak mengecewakan fansnya yang lama. Gelap, Progressive, dan kontemporer. Itulah kata2 yang cocok buat Systematic Chaos.

    Plus : Epic, All-Element, Best Publication and Promotional
    Minus : Lirik JP sangat fiktif, merupakan penurunan dari album2 sebelumnya.

    Saleum...

  11. #11

    Default

    aku cari andra yang baru dan serious
    ada yang bisa bantu gak

  12. #12

    Default


    Ok Bossssss.....

+ Reply to Thread

Similar Threads

  1. Resensi Album Jaman Dulu.. :)
    By Chia in forum Music
    Replies: 7
    Last Post: 02-23-2010, 05:40 PM

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts